Powered By Blogger

Kamis, 28 Oktober 2010

Galang Dana Peduli Tsunami Mentawai Merapi

Gresik-Persimpangan di sekitar Jl. Dr.Soetomo dipadati oleh para komunitas Fans Club se-Kabupaten Gresik. Sore ini mereka bukanya berorasi atau berdemo, melainkan mereka meminta sumbangan untuk para korban bencana Di Yogyakarta dan Di Mentawai . Penggalangan ini dinamakan ‘’Galang Dana Bencana Alam’’. Fans club ini diikuti oleh anggota Outsider, Kerabat Kotak, Masivers, Slankers, OI Indonesia, Killims street, Rezpector Gresik, Ultras Gresik dan J-Rock Star.  Banyak sekali pengguna lalu lintas yang ikut berpartisipasi dalam penggalangan dana tersebut.
                ‘’Jiwa kami terbangun saat mendengar kejadian alam itu dan berniat untuk mengadakan galang dana untuk para korban bencana alam,’’ujar Yayak yang sekaligus menjabat Ketua FKG. Jalanan sempat terjebak macet akibat banyaknya kawan-kawan yang mengikuti  acara galang dana. Setiap 15 menit, uang akan dikumpulkan dan dihitung. Etelah terkumpul, mereka berlanjut lagi untuk menggalang dana.
                ‘’Acara ini sangat positif bagi anak-anak muda. Mereka yang biasanya suka membuat kekacauan namun kini mereka saling ulur tangan untuk menggalang dana untuk korban bencana alam,’’ujar Sarutomo sebagai pengatur Satlantas. Selain meminta sumbangan, jika ada pengguna jalan yang memberi sumbangan maka akan diberi penghargaan yang berupa stiker ‘’ Gresik Peduli Bencana Tsunami Mentawai Merapi’’.
                Selang menjelang maghrib, mereka membubarkan diri dengan tertib dan lancar. Mereka semua saling berjabat tangan sebagai tanda terima kasih atas kerja sma dalam menggalang dana. ‘’Kami  merasa senang karena kami bisa bersama-sama untuk menolong para korban bencana alam. Selain itu, hal ini mampu mempererat solidaritas para Fans Club di Kota Gresik ini.
28/10/2010

Rabu, 27 Oktober 2010

Yang Muda yang Berjiwa Pahlawan



 
Suasana alun-alun Kabupaten Gresik mendadak ramai dan dijaga oleh Kepolisian dan Satpol PP. Jalan-jalan ruas jantung kota dialihkan ke jalan alternatif demi menghindari kemacetan. Banyak mobil dinas ber-plat merah sedang terburu-buru memsuki parkiran alun-alun. Tak hanya mobil dinas, mobil Kepolisian dan Satpol PP juga memadati parkiran alun-alun. 10 menit kemudian, rombongan bapak bupati tiba di tempat upacara dan duduk bersantai di pendopo alun-alun sembari menunggu upacara dimulai.



Para pelajar di Kabupaten Gresik terlihat sedang sibuk berbondong-bondong mengikuti upacara bendera  di Alun-alun kota. Upacara ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda yang dimeriahkan oleh pelajar SMP, SMA, dan Mahasiswa.  Selain pelajar,  upacara tersebut juga diikuti oleh anggota Kepolisian, TNI, dan pejabat Pemda lainya.  Dan yang menjadi Paskibra dalam upacara tersebut terdiri dari beberapa siswa dari sekolah yang berbeda.Upacara langsung dipimpin oleh Bapak Sambari Halim Radianto yang sekaligus menjadi inspektur upacara.
            Pukul 8 pagi pun tiba. Inilah saat yang ditunggu-tunggu oleh para peserta upacara. Sebagian para peserta ada yang sedang sibuk merapikan bajunya agar terlihat rapi di depan bapak bupati. Meskipun panas menyelimuti tempat upacara, hal ini tidak menyurutkan semangat para peserta untuk mengikuti upacara bendera dalam peringatan hari sumpah pemuda. Selain itu, para peserta upacara juga ingin melihat langsung bapak Bupati Gresik yang baru setelah menggantikan bapak KH.Rocbah Mak’sum MM sebagai bapak bupati yang lama.
Pada kesempatan tersebut, Bapak Sambari juga menyampaikan amanatnya agar para pemuda-pemudi di Kota Gresik mempunyai semangat yang tinggi dalam melakukan segala aktivitas. Selain itu beliau  juga mengatakan agar para pemuda-pemudi tidak memakai narkoba, karena dapat menghancurkan masa depan. Sudah banyak para remaja yang kecanduan narkoba. Lingkunganlah yang dapat mempengaruhi itu semua. Mungkin awalnya mencoba-coba dengan rokok, setelah dengan rokok biasanya akan lari ke minum-minuman keras. Semakin banyaknya pemabuk, kriminalitas akan bertambah dimana-mana. Si pemabuk akan melakukan segala cara agar mendapatkan uang. Tak peduli itu merampok, membunuh bahkan mencuri.
Upacara selama 1 jam pun berakhir. Kini para peserta bagaikan memiliki jiwa semangat pemuda-pemudi pada jaman kemerdekaan. Para pelajar meninggalkan lapangan upacara dan kembali ke sekolahnya.. Begitupun juga TNI, Polisi dan Pemda yang akan kembali bertugas di tempat duduknya masing-masing.